TEORI, USUL, KEISTIMEWAAN
- Camphor ditetsi ethanol
- Menthol ditetesi ethanol
- Camphor dan Menthol dalam satu sediaan tidak ditetesi ethanol
- Acid Salicylic ditetesi ethanol
- Acid Salicylic tidak bersatu dengan ZnO karena akan terjadi Zn Subsalycilat yang bentuknya seperti semen
Pembuatan:
Pada salep ;
- Acid Salicylic ditetesi ethanol, gerus halus homogen
Tambahkan basis sedikit demi sedikit, keluarkan (camp. I)
Tambahkan ZnO, gerus halus homogen
- Basis salep yang konsistensi berbeda( misal parafin dg cera) pada satu sediaan, dilebur di tangas air.
- borasalysilat, asam salysilat larutkan dalam glyserin (dalam lotio)
- borax larutkan dalam pensuspensi (dalam lotio)
- DM Prednison diambil DM Prednison Acetate ( sekali = -, sehari = 100 mg)
- Spiritus Citri diganti Oleum Citri ( ambil saja 1 tetes -à minta acc !)
- Cotison Acetate diganti Hydrocortisone Acetate aa pada obat luar
- Gentamycin diganti Gentamycin Sulphate sebanyak 1,7x
- Semua bahan antibiotika, hormon, vitamin tidak tahan panas, pada pembuatan cream ditambahkan terakhir setelah agak dingin.
- Natrium Lauril Sulphate ( sebagai surfaktan ) dilarutkan dalam air panas
- Iodium larut dalam larutan KI : lihat solutio Lugoli (F. Belanda) terdiri dari : 1 bag Iod, 2 bag KI, 5 bag Air, dan encerkan dg 500 bag Air.
Penimbangan Iod di atas kaca arloji
- Oleum Menthae pip dalam potio diganti Aqua Menthae pip sebanyak 2000x
1 (satu) tetes Ol.M.P = 19 mg. Misal oleum M.P = 1 tetes, -à diganti Aqua M.P = 19 mg x 2000 = 38.000 mg/1000 = 38 g -à 38 mL
- Alkaloid Belladon -à Extract Belladon mengandung Alkaloid beladon 1,3 % ( lihat di ISO : tersedia Bellaphen tablet dan Contac-500 )
Perhitungan DM sebagai Extract Belladon = 100/1,3 x jumlah alkaloid belladon dalam resep.
- Berat Serbuk per bungkus berdasarkan umur pasien
Anak-anak : 300 mg
Dewasa : 500 mg
- Pembuatan liniment dengan oleum , Camphor, Ammoniae dan Sulfur :
dalam botol :
- Masukkan oleum + sebagian Camphor
- Tambahkan Ammonia , segera tutup botol, kocok homogen
- Tambahkan Camphor, keluarkan
- Tambahkan Sulfur, gerus homogen
- Larutan Charcot = Potio Brom ( Lihat Fornas hal 52) , DM searah :
( NaBr, Kbr, Amm.Br)
- Perhitungan Talc dan Kaolin sejumlah aa ad dalam pulvis adversorius (di angap steril Acc!)
Contoh, Talc
Kaolin aa ad n
Talc dan Kaolin (berat masing-masing) = n – (jumlah seluruh komponen lain)/2
- Atropine (1 : 3) n mg, diambil atropine
Perhitungan: ¼ x n mg =
- Pembuatan Tween, Span, Minyak, Air dan Paraffin dalam cream
Lumerkan Tween, Span, Minyak, Air dan Paraffin di penangas, angkat
Tambahkan air panas, gerus homogen
- Pembuatan Emulsi Vitamin A dan Vitamin D
(Vit A + Vit D dicampur) + (Span + Tween) + air, kocok homogen
- Jumlah qs untuk Surfaktan
Obat dalam: 0,5 – 1%
Obat luar : 1,5 – 5%
- Solutio Formalin diganti Paraformaldehid sebanyak 36% dalam pulvis adversorius
- Kadar H2O2 maximal 3%
- Tincture Valerian dipanaskan di penangas air
- Etanol sejumlah n UI dalam syrup atau elixir
Contoh : Etahanol 250 UI
Perhitungan : 250/100ml =
- Caramel = Saccharum Album + HCl dilutum, jumlah diusulkan
- Arsen Trioxide (As2O2) anti Solutio Kalii Arseni sebanyak 100x. DM diambil dari EFI !
- Tincture Ipeca = 18 gtt/mg
- DM Coffein Citras 2x DM Coffein
- Syrup Brom Thymi diambil Syrup Thymi
- Potio Ascal (1,2) : Acetosal (1) + CaCO3 (⅓) + Air (7x1,2)
Yang dihitung DMnya adalah Acetosal sejumlah 1
- Na Dihidrogenfosfas = Na Bifosfas
- Calcii Bromide diambil Calcii Bromide Solutio sebanyak 100/3x
- Resep dengan Santacid, diusulkan signa ditambah ac (sesudah makan)
- Extract Strychni., Quinin, diusulkan masuk kapsul karena sangat pahit
- Natrium Bicarbonate digerus tuang
- Mebhidrolin diganti Mebdhidrolin naradisilat sebanyak 1,52x
- Natrium Carbonate diambil exicatusnya sebanyak 0,5x
- Natrium Sulphate diambil exicatusnya sebanyak ⅔x
- Ferro Sulphate diambil exicatusnya sebanyak 0,5x
- Tincture Secale Cornutum diganti Extract secale sebanyak 1/10x
- Perbandingan Quinine Sulphate dengan Quinine HCl = 1 : 0,8
- Aqu pro injection diganti Aquadest (Acc!0
- Dexamethason diganti Dexamethason Fosfas pada syrup
- Amylum Tritici diganti Amylum Manihot pada unguentum
- Phenazon diganti Propiphenazon pada potio
- Phenacetin bersifat karsinogenik, diganti Acetaminophen
- Amidazolin diganti Propiphenazon pada obat oral
- Pepsin disuspensikan dengan air sebanyak 20x + HCl
- Natrium Bromide digerus di mortir panas
- Natrium Bicarbonate dan Natrium Salicylic dalam 1 resep, ditambahkan Natrium Pyrophosphate sebanyak 0,25% untuk mencegah perubahan warna
- Clycirrhyza Succus digerus tuang, larutkan dalam air panas
- DM Pantopon diambil DM Opii Pulvis
- Prednisolon digunakan pada obat luar, untuk obat dalam diganti Prednison
- Zat asam + zat basa dalam liniment, semua bahan dimasukkan kedalam botol, dicelup-celupkan dipenangas
- Tincture Opii Benzoica (TOB) diambil komponen-komponennya (bentuk padat). Atau diganti Opii Tincture sebanyak 5%, ditangas sampai tersisa ⅓nya
- Serbuk yang dalam resepnya mengandung TOB dan Ethanol berjumlah banyak, Ethanol diganti SL sebanyak sisanya
Perhitungan: SL : jumlah Ethanol – (jumlah seluruh komponen lain)
- Chrysarobin dilumer bersama basis lain sampai homogen
- Pembuatan Sapo kalinus dalam unguentum atau cream, bisa bercampur jika agak dipanaskan
Jumlah sedikit (≤1), ditetesi ethanol
Jumlah banak , dipotong-potong kecil, aduk homogen bersama basis lain
- OBH duplex, 2x bahan kecuali air (pelarut)
OBH duplo, 2x seluruh bahan
- Acid Boric diambil kristalnya pada sediaan padat diambil pulvuratumnya pada sediaan semi solid
- Zinc Oxide + Vaselin + Amylum, tidak perlu dilumer
- Salep Glycerol harus dilumer
Amylum + Glycerol membentuk gel, ditambah air panas ad 10 ml (ditara dahulu jika beratnya kurang)
- Loco Chemicetin diambil Chloramphenicol Suspensi
- Camphor dan Oleum Sesami dalam 1 resep, Camphor dilerutkan dalam Oleum Sesami
- Zinc Chloride dilarutkan dalam air sebanyak-banyaknya kemudian di saring
- Beta Naphtol ditetesi Ethanol 95 %
- Lanolin = Adeps Lanae 75%, Aquadest 25%
- NH4CL, Kbr, CaBr, Cal digerusnya dalam mortir panas (dalam serbuk)
- Codein diganti codein HCL ( 1,17 x )
- Asetosal Usul dibuat Aseal :
bagian asetosal + 1/3 bagiuan CaCo3 --------- 1,2 bagian Ascal ( PH.Ned. V,51)
-1,2 ascal ~ 1 g Asetosal ~ 1,3 g CaCo3
-1 g ascal ~ 0,833 asetosal ~ 0,277 g CaCo3
cara : Asetosal gerus dengan CaCo3 + air dingin sampai Co2 habis, saring